Kamis, 12 Desember 2013


Mandela dan Kebebasan
Kematian adalah otoritas absolut Ilahi yang penuh misteri, tetapi pasti. Hamba-hamba lain tak kuasa menahan kepergian sang tokoh dan legenda itu. Ia telah meninggalkan jejak dan karya yang agung dan monumental bagi peradaban manusia. Menjelang paruh abad XX sejarah memiliki Mahatma Gandhi yang muncul dengan gerakan anti kekerasan. Yang kemudian prinsip ini diaplikasikan dalam bentuk gerakan boikot dan pembengkangan sosial. Menjelang akhir abad XX, seorang tokoh hebat lain tampil memberi teladan tentang peradaban dan cara baru dalam menyiasati kepelikan dan persoalan hidup, dialah Nelson Mandela. Dunia menganggap ia mengguncang kekuasaan kulit putih yang mendera Afrika Selatan selama beberapa abad. Sebuah kekuasaan yang telah menyita usia muda sang tokoh. Dunia saat itu menanti amuk kapak balasan dari Mandela.
Ternyata dunia keliru menduga ketika itu. Mandela justru memulai langkah yang sangat spektakuler. Dengan otoritas moral dan wibawa sang legenda ia memimpin bangsanya keluar dari kemelut. Ia menawarkan cara penyelesaian soal yang beradab. Mandela menerapkan filosofi lama Afrika: Ubuntu, yang bermakna rekonsiliasi, pengampunan, cinta dan berbagi. Ia menjadikan kebebasan untuk kehidupan damai dan harmoni.
Bagi Mandela kebebasan adalah nilai yang harus diperjuangkan dengan harga apa pun, demi menciptakan harmoni dan kesamaan. Dibawah kekuasaan Mandela kekerasan dan amuk balas dendam kulit hitam terhadap kulit putih bisa dihindari. Afrika selatan pun muncul sebagai negara paling maju di Benua Afrika. Ia memanfaatkan otonomi dan otoritas itu memimpin ke arah yang konstruktif. Mandela menyebarkan kearifan tak tepermanai itu juga bagi kita di Indonesia. Tak lama setelah keluar dari penjara ia datang ke Indonesia dalam rangka peringatan KAA. Kearifan dan kebesaran hati Mandela di negerinya sungguh tak menjadi cermin bagi pemimpin di Indonesia saat itu. Rakyat kita sudah sekian lama merindukan pemimpin seperti Mandela yang arif dan bijaksana dalam mengatur negaranya. Menciptakan perdamaian dan dapat membawa angin segar bagi peradaan dunia dan Indonesia pada khususnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar