Mandela
dan Kebebasan
Kematian
adalah otoritas absolut Ilahi yang penuh misteri, tetapi pasti. Hamba-hamba
lain tak kuasa menahan kepergian sang tokoh dan legenda itu. Ia telah
meninggalkan jejak dan karya yang agung dan monumental bagi peradaban manusia.
Menjelang paruh abad XX sejarah memiliki Mahatma Gandhi yang muncul dengan
gerakan anti kekerasan. Yang kemudian prinsip ini diaplikasikan dalam bentuk
gerakan boikot dan pembengkangan sosial. Menjelang akhir abad XX, seorang tokoh
hebat lain tampil memberi teladan tentang peradaban dan cara baru dalam
menyiasati kepelikan dan persoalan hidup, dialah Nelson Mandela. Dunia
menganggap ia mengguncang kekuasaan kulit putih yang mendera Afrika Selatan
selama beberapa abad. Sebuah kekuasaan yang telah menyita usia muda sang tokoh.
Dunia saat itu menanti amuk kapak balasan dari Mandela.
Ternyata
dunia keliru menduga ketika itu. Mandela justru memulai langkah yang sangat
spektakuler. Dengan otoritas moral dan wibawa sang legenda ia memimpin
bangsanya keluar dari kemelut. Ia menawarkan cara penyelesaian soal yang
beradab. Mandela menerapkan filosofi lama Afrika: Ubuntu, yang bermakna
rekonsiliasi, pengampunan, cinta dan berbagi. Ia menjadikan kebebasan untuk
kehidupan damai dan harmoni.
Bagi
Mandela kebebasan adalah nilai yang harus diperjuangkan dengan harga apa pun,
demi menciptakan harmoni dan kesamaan. Dibawah kekuasaan Mandela kekerasan dan
amuk balas dendam kulit hitam terhadap kulit putih bisa dihindari. Afrika
selatan pun muncul sebagai negara paling maju di Benua Afrika. Ia memanfaatkan
otonomi dan otoritas itu memimpin ke arah yang konstruktif. Mandela menyebarkan
kearifan tak tepermanai itu juga bagi kita di Indonesia. Tak lama setelah
keluar dari penjara ia datang ke Indonesia dalam rangka peringatan KAA.
Kearifan dan kebesaran hati Mandela di negerinya sungguh tak menjadi cermin
bagi pemimpin di Indonesia saat itu. Rakyat kita sudah sekian lama merindukan
pemimpin seperti Mandela yang arif dan bijaksana dalam mengatur negaranya.
Menciptakan perdamaian dan dapat membawa angin segar bagi peradaan dunia dan
Indonesia pada khususnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar