Kamis, 12 Desember 2013


Marwah Guru
Menjaga marwah (kehormatan diri) guru menjadi keharusan yang tidak bisa dihilangkan. Marwah guru menggambarkan kewibawaan dan harkat serta martabat guru. Pembelajaran adalah proses mendidik, dan lebih penting perilaku membentuk empati dan simpati peserta didik. Dalam konteks itulah diperlukan martabat dan marwah guru. Mengapa peran guru begitu diperlukan bahkan tidak tergantikan dengan teknologi canggih? Guru bekerja bukan dalam ranah fisik material, melainkan pada wilayah mental spiritual. Namun, peran guru dalam membangun bangsa tidak perlu disangsikan.
Bahkan, peran guru dalam membangun bangsa sangat strategis, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan akhlak mulia. Terdapat enam hal yang dapat membangun kewibawaan dan citra guru. Pertama, penanaman nilai-nilai dasar yang kuat dalam diri guru, terutama nilai-nilai yang bersumber dari nilai-nilai agama. Kedua, memiliki konsep diri yang jelas dan mantap, baik konsep diri ideal maupun aktual. Ketiga, mengenal dan memahami lingkungan dengan sebaik-baiknya untuk dapat lebih memahami peran-peran yang harus diemban dan diejawantahkan.
Keempat, menciptakan suasana kehidupan keluarga yang harmonis dan saling pengertian serta kasih sayang di antara anggota keluarga. Kelima,  memperluas kontak-kontak sosial melalui pergaulan yang baik dan sehat dan yang terkahir adalah dengan meningkatkan kompetensi diri yang berupa perangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan keenam citra pribadi guru tersebut dengan sendirinya akan hadir “marwah” atau kehormatan. Hal inilah yang menjadikan profesi guru tidak akan lekam dimakan zaman.
Kesadaran pentingnya marwah atau muruah dalam diri guru dapat menjadikan perisai dalam membentengi diri terhadap perilaku yang menyimpang. Guru harus menjadi kekuatan moral sekaligus menjadi benteng terakhir sebagai penjaga moral dan kewibawaan.  Semoga para guru di Indonesia semakin memiliki marwah yang tinggi dan dapat menjadikan sumber daya manusia di Indonesia lebih baik lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar