Marwah
Guru
Menjaga
marwah (kehormatan diri) guru menjadi keharusan yang tidak bisa dihilangkan.
Marwah guru menggambarkan kewibawaan dan harkat serta martabat guru.
Pembelajaran adalah proses mendidik, dan lebih penting perilaku membentuk
empati dan simpati peserta didik. Dalam konteks itulah diperlukan martabat dan
marwah guru. Mengapa peran guru begitu diperlukan bahkan tidak tergantikan
dengan teknologi canggih? Guru bekerja bukan dalam ranah fisik material,
melainkan pada wilayah mental spiritual. Namun, peran guru dalam membangun
bangsa tidak perlu disangsikan.
Bahkan,
peran guru dalam membangun bangsa sangat strategis, yakni mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan akhlak mulia. Terdapat enam hal yang dapat
membangun kewibawaan dan citra guru. Pertama, penanaman nilai-nilai dasar yang
kuat dalam diri guru, terutama nilai-nilai yang bersumber dari nilai-nilai
agama. Kedua, memiliki konsep diri yang jelas dan mantap, baik konsep diri
ideal maupun aktual. Ketiga, mengenal dan memahami lingkungan dengan sebaik-baiknya
untuk dapat lebih memahami peran-peran yang harus diemban dan diejawantahkan.
Keempat,
menciptakan suasana kehidupan keluarga yang harmonis dan saling pengertian
serta kasih sayang di antara anggota keluarga. Kelima, memperluas kontak-kontak sosial melalui
pergaulan yang baik dan sehat dan yang terkahir adalah dengan meningkatkan
kompetensi diri yang berupa perangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan keenam citra
pribadi guru tersebut dengan sendirinya akan hadir “marwah” atau kehormatan.
Hal inilah yang menjadikan profesi guru tidak akan lekam dimakan zaman.
Kesadaran
pentingnya marwah atau muruah dalam diri guru dapat menjadikan perisai dalam
membentengi diri terhadap perilaku yang menyimpang. Guru harus menjadi kekuatan
moral sekaligus menjadi benteng terakhir sebagai penjaga moral dan
kewibawaan. Semoga para guru di
Indonesia semakin memiliki marwah yang tinggi dan dapat menjadikan sumber daya
manusia di Indonesia lebih baik lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar