Kamis, 12 Desember 2013


Rotterdam, Kota Logistik Dunia
Rotterdam adalah suatu kota penting di Belanda dan Eropa, berjarak satu jam dari bandara Schipol Amsterdam. Dari perspektif logistik kota ini sangat penting, karena merupakan gateway untuk keluar dan masuknya barang dari/ke Eropa Daratan, negara-negara Skandia, Rusia, Inggris hingga ke Asia Pasifik.
Pelabuhan Rotterdam terletak di kawasan muara Sungai Maas yang mengalir dari hulunya di Swiss dan melewati beberapa negara penting Eropa. Bantaran sungainya ditata rapi, di kiri-kanannya ditumbuhi pepohonan dan taman tertata rapi sehingga menjadi kawasan yang indah dan nyaman yang mampu mengundang wisatawan domestik atau dari luar negeri.
Dengan demikan, selain berperan sebagai kota pelabuhan dan simpul logistik penting, rotterdam juga berperan sebagai kota wisata air. Pelabuhan tersebut memiliki banyak terminal, dan dilayani oleh 12 operator terminal petikemas, penanganannya semua menggunakan crene canggih mulai bongkar dari kapal, dan dipindahkan ke laoangan penumpukan, pun sebaliknya barang dari darat ditumpuk di areal penumpukkan diangkat sampai dimuat dikapal. Namun kini mayoritas penanganan peti kemas menggunakan crene dan trailer tanpa pengemudi tetapi dikendalikan secara otomatis melalui sistem Electronics Container Terminal (ECT).  Karena volume barang yang keluar-masuk mengalami peningkatan Rotterdam Harbour sedang mengembangkan pelabuhan baru untuk beberapa terminal di maasvlakter dengan luas areal 2.000 ha dari lahan hasil dan sedang direklamasi, luas areal efektif akan digunakan adalah setengahnya yaitu 1.000 ha.
Jika kita berfikir pelabuhan di Indonesia, kita akan membayangkan tentang areal yang banyak lalu-lalang kendaraan besar sehingga mmebuat kota menjadi hiruk-pikuk. Pelabuhan rotterdam sangat jauh berbeda dengan pelabuhan yang ada di indonesia. Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta misalnya, fasilitas nya masih sangat kumuh, alat-alat yang digunakan terbatas dan banyak sampah yang berserakan. Beda dengan rotterdam di Eropa. Seharusnya pemerintah miris melihat hal ini, padahal sumber daya kita lebih banyak dan jika kita berupaya pasti akan ada perubahan positif yang terjadi pada infrastruktur negara kita. Seharusnya kita menjaga aset bangsa sebagai warisan bangsa Indonesia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar