Riset Untuk Masa Depan Bangsa
Friedman
dan mandelbum mengajukan 5 pilar bagi kesejahteraan Amerika Serikat di masa depan
yiatu : pendidikan, infrastruktur, keterbukaan imigrasi, riset dan peraturan dalam
bidang ekonomi. Bagi indonesia lima pilar itu juga bisa dijadikan acuan, pliar
pendidikan sudah jadi prioritas dengan alokasi anggaran minimal 20 persen.
Pilar keterbukaan di Indonesia tidak relevan. Pilar kebijakan ekonomi sejak
orde baru hingga sekarang sudah dilakukan sekalipun masih tidak jelas apakah
etatisme, liberalisme. Tapi bagaimanapun di sektor ini sudah ada kemauan
politik bangsa dan pemerintah.
Kini
fokus indonesia tinggal 2 pilar yaitu infrastruktur dan riset. Tentang
infrastruktur contoh nya jalan anyer-panarukan yang dibangun 4 abad lalu. Selama
itu pula kondisinya tidak berubah, kecuali di aspal, lebar jalan tak bertambah
dan kondisi di beberapa ruas masih sama buruknya. Pemimpin kita terlalu menghargai
sejarah tidak mau mengubah jalan itu. Tentang riset-research-development. Jika
di total anggaran riset di seluruh lembaga pemerintah tidak akan lebih dari 10
triliun, sangat jauh dari 1 persen dana apbn. Bandingkan dengan Amerika Serikat
yang anggaran risetnya melonjak dari
0,5% GDP menjadi 2,2% GDP. Hasilnya? Amerika Serikat mengirim aldrin dan
amstrong ke bulan dan melakukan revolusi di bidang teknologi informasi.
Jangan
mimpi kita bisa mengejar Amerika Serikat,
Jepang, Cina dan Singapura bahkan malaysia sekalipun, selama riset tetap
menjadi sektor marjinal. Ada beberapa langkah strategis yang efektif sembari menunggu
kemauan politik bangsa ini untuk riset. Pertama segera bebaskan “penghasilan”
institusi untuk sektor sebagai PNPB. Kedua , lebih fokus pada proses dan produk
riset ketimbang birokrasi parameter capaian. Seorang peneliti “nakal” yang
produktif harus diapresiasi pemerintah ketimbang peneliti bodoh yang rajin ke
kantor tapi tak menghasilkan apa-apa. Ketiga , penghargaan bagi para pencapai
apresiasi ini dapat berupa pendidikan lanjutan bagi para peneilti. Keempat
menambah dana paket-paket penelitian.
Dalam jangka menengah harus dilakukan sosialisasi di kalangan pengambil
kebijakan mengenai pentingnya riset bagi sebuah bangsa yang ingin maju. Untuk
itu perlu bantuan lobi-lobi karena peneliti bekerja tak mampu menyediakan gratifikasi.
Hasilnya memang baru bisa dirasakan generasi kemudian namun kita harus
melakukannya dari sekarang demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar