Kamis, 12 Desember 2013


Politik dan Sejarah
Politik bisa mempunyai banyak makna dan kebanyakan dari pemaknaan itu bertalian dengan kekuasaan. Sebagai bursa pemikiran, politik bertugas memberi arah kehidupan bagi masyarakat. Politik terancam gagal bila masyarakatnya mengalami rasa kehilangan arah yang dituju. Hilangnya sensee of direction tampak dari suasana hati publik yang diwarnai kemarahan dan kecemasan kolektif. Agar dapat menjalankan tugas memberi arah itu, politik dalam arti kehidupan politik secara keseluruhan harus mampu memahami, merekam, dan menangkap perubahan fundamental yang terjadi di tengah masyarakat serta memberi arah yang benar bagi perubahan itu.
Jika kita melihat rentang sejarah, dinamika perubahan sosial merupakan interaksi empat elemen: manusia, ide, ruang dan waktu. Manusia adalah pusat perubahan karena merupakan aktor dimana ruang dan waktu merupakan panggung pertunjukkannya. Ide jadi penggerak manusia dalam seluruh ruang dan waktunya. Manusia bergerak dalam ruang dan waktu secara dialektis, antara tantangan dan respons terhadap tantangan tersebut. Ide atau gagasan menjadi manifestasi dari dinamika dialektis itu. Hasil dari respons baru tersebut selanjutnya melahirkan tantangan-tantangan baru yang menuntu respons-respons baru.
Dalam perspektif itulah, politik bertemu dengan sejarah. Sejarah adalah cerita tentang tiga orang yaitu orang yang sudah meninggal, orang yang masih hidup dan orang yang akna lahir. Politik menjadi dangkal jika ia hanya bercerita tentang satu orang yaitu orang yang masih hidup. Jika sejarah adalah cerita tentang hari kemarin, hari ini, dan hari esok, sejarah bukan saja metode untuk memahami masa lalu, dan masa kini, melainkan juga menjadi jalan plaing efektif menemukan alasan untuk tetap berharap bahwa esok akan lebih baik. Tugas politik adalah memberi arah bagi kehidupan masyarakat agar mereka merasa memiliki satu arah yang dituju dan memiliki orientasi.
Muatan sejarah menghindarkan politik dari kedangkalan dan membawanya pada kedalaman kesadaran. Dengan memahami sejarah, politik akan bergeser dari pandangan sempit sekedar berebut kekuasaan menuju keluasan wawasan, dari sekedar perdebatan mengurusi kenengaraan menjadi perbincangan arsitektur peradaban.
Politik harus bisa mendefinisikan di mana kita berada sebagai sebuah bangsa dan sebuah entitas peadaban sekarang ini. Sejumlah gelombang sejarah telah kita lalui sebagai negara bangsa dan banyak pelajaran penting yang dpaat kita sarikan. Sejarah adalah kompas bagi politik dalam mengarungi masa yang akan datang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar